Deprecated: Function curl_close() is deprecated since 8.5, as it has no effect since PHP 8.0 in /home/u483256323/domains/poorvam.com/public_html/subdomains/pore/includes/api.php on line 184
Back to Search View Original Cite This Article

Abstract

<jats:p>Lafaz wajh yang disandarkan kepada Allah dalam Al-Qur’an termasuk ayat sifat (mutasyabihat) yang memicu perdebatan panjang di kalangan ulama, yakni apakah maknanya dipahami secara literal-jasmani atau ditakwilkan secara metaforis. Kajian terhadap lafaz ini selama ini cenderung terjebak dalam dikotomi teologis, sementara dimensi semantiknya kurang mendapat perhatian. Artikel ini bertujuan mengkaji makna lafaz wajh secara sistematis dengan mengaplikasikan teori semantik Toshihiko Izutsu pada tafsir abad pertengahan. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) yang bersifat deskriptif-analitis komparatif, dengan kerangka analisis meliputi makna dasar, makna relasional, analisis sinkronik-diakronik, medan semantik, dan rekonstruksi weltanschauung. Objek kajian mencakup tiga ayat, yaitu Q.S. al-Baqarah [2]: 115, Q.S. al-Rahman [55]: 27, dan Q.S. al-Qashash [28]: 88, yang dianalisis melalui al-Kashshaf karya al-Zamakhsyari, Mafatih al-Ghayb karya al-Razi, dan Anwar al-Tanzil karya al-Baydawi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga mufasir secara konsisten menafsirkan wajh secara non-literal melalui jalur argumentasi yang berbeda: balaghah pada al-Zamakhsyari, silogisme filosofis pada al-Razi, dan sintesis ringkas pada al-Baydawi. Melalui kerangka Izutsu, makna dasar wajh sebagai “bagian depan/yang menghadap” bersifat konstan, sedangkan makna relasionalnya bercabang menjadi tiga varian: “arah ibadah yang diridai” (al-Baqarah), “zat Allah yang kekal” (al-Rahman), dan “wujud Allah yang niscaya” (al-Qashash). Secara sinkronik, ketiganya bermuara pada dzat Allah sebagai pusat medan semantik. Rekonstruksi weltanschauung menghasilkan tiga pilar: ihatah (kehadiran yang meliputi), baqa’ (kekekalan), dan wujub al-wujud (keniscayaan wujud). Prinsip tanzih berfungsi sebagai kerangka hermeneutis bersama lintas mazhab kalam.</jats:p>

Show More

Keywords

yang secara makna pada wajh

Related Articles


Deprecated: Function curl_close() is deprecated since 8.5, as it has no effect since PHP 8.0 in /home/u483256323/domains/poorvam.com/public_html/subdomains/pore/includes/api.php on line 76
PORE

About

Connect