Deprecated: Function curl_close() is deprecated since 8.5, as it has no effect since PHP 8.0 in /home/u483256323/domains/poorvam.com/public_html/subdomains/pore/includes/api.php on line 184
Abstract
<jats:p>Kitab-kitab dzikir seperti kitab Syawariqul Anwar karya Abuya As-Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki al-Hasani dalam tradisi pesantren memiliki peran penting tidak hanya sebagai media ibadah, tetapi juga sebagai sumber nilai-nilai konseling Islam yang bersifat spiritual dan terapeutik. Di tengah meningkatnya kebutuhan akan pendekatan kesehatan mental yang selaras dengan nilai-nilai keislaman, kajian terhadap khazanah kitab klasik semacam ini menjadi semakin relevan untuk digali secara ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai konseling Islam dalam kitab Syawariqul Anwar tersebut serta mengkaji relevansinya terhadap pembentukan kesehatan mental dan spiritual individu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research) yang diperkuat dengan data wawancara. Sumber data utama adalah kitab Syawariqul Anwar, sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur pendukung dan wawancara dengan pengasuh pesantren, guru, serta ketua kamar, guna memperoleh pemahaman kontekstual mengenai praktik pengamalan nilai-nilai tersebut di lingkungan pesantren. Analisis data dilakukan secara mendalam menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kitab Syawariqul Anwar mengandung tujuh nilai utama konseling Islam, yaitu sabar, tawakal, ikhlas, muhasabah, tazkiyah al-nafs, ketenangan batin, dan raja' (harapan). Nilai-nilai tersebut berfungsi sebagai mekanisme spiritual coping yang berperan dalam pengelolaan emosi, penguatan resiliensi, peningkatan kesadaran diri, serta pembentukan stabilitas psikologis dan spiritual. Temuan ini menegaskan bahwa kitab Syawariqul Anwar tidak hanya berfungsi sebagai kumpulan dzikir dan doa, tetapi juga sebagai media konseling berbasis tasawuf yang relevan dalam pengembangan psikoterapi Islam kontemporer, sekaligus memperkaya khazanah kajian tasawuf dalam konteks keilmuan modern.</jats:p>