Abstract
<jats:p>Nelayan kecil di Kabupaten Batang menghadapi tantangan kompleks dalam aspek keselamatan pelayaran, antara lain insiden mati mesin di tengah laut akibat keterbatasan pengetahuan perawatan, risiko tubrukan dengan kapal niaga di jalur pelayaran Pelabuhan Niaga Batang, kebakaran kapal kayu akibat instalasi kelistrikan tidak standar, dan rendahnya literasi terhadap dokumen kapal serta prosedur darurat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan teknis, keterampilan operasional, dan kesadaran legal-administratif nelayan melalui pendekatan edukasi terintegrasi yang menggabungkan enam pilar materi: perawatan mesin tempel dan mesin dalam, optimalisasi dermaga apung, navigasi tradisional dan digital berbasis COLREGs, prosedur darurat dan penggunaan life jacket, mitigasi risiko kebakaran kapal, serta dokumen kapal dan Surat Persetujuan Berlayar (SPB). Kegiatan dilaksanakan pada 16–17 April 2026 di Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Batang dengan melibatkan nelayan, pengurus Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), serta masyarakat pesisir Kabupaten Batang. Metode pelaksanaan menggunakan kombinasi ceramah interaktif berbantuan media visual, demonstrasi teknis langsung, simulasi penggunaan life jacket dan teknik bertahan hidup di air, serta penyerahan bantuan dermaga apung. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta secara signifikan pada keenam klaster materi, antusiasme tinggi dalam sesi demonstrasi teknis, serta respon positif terhadap pendekatan integratif yang menggabungkan kearifan navigasi tradisional dengan teknologi digital. Kegiatan ini berkontribusi pada penguatan kapasitas teknis dan keselamatan operasional nelayan Batang sekaligus mendukung implementasi Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran dan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan.</jats:p>