Abstract
<jats:p>Industri komponen otomotif menuntut peningkatan efisiensi, kualitas, dan keberlanjutan produksi. Penelitian ini bertujuan membandingkan kinerja sistem manufaktur Non-Lean, Lean, dan Green Lean untuk menentukan konfigurasi yang paling optimal. Metode yang digunakan adalah Discrete Event Simulation berbasis Python dengan model produksi yang identik pada setiap skenario. Evaluasi kinerja mencakup indikator operasional, kualitas, ekonomi, dan lingkungan, yaitu cycle time, throughput, tingkat cacat, dan konsumsi energi. Hasil simulasi menunjukkan penurunan cycle time dari 58,10 menjadi 32,16 menit (±45%) serta peningkatan throughput dari 24,09 menjadi 43,52 unit/hari. Tingkat cacat menurun dari 13,2% menjadi 5,1%, sementara konsumsi energi berkurang dari 1,05 menjadi 0,6565 kWh per unit. Lean meningkatkan efisiensi proses dan kualitas, sedangkan Green Lean memberikan peningkatan lanjutan pada efisiensi energi dan pengurangan limbah. Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi Lean dan prinsip lingkungan menghasilkan kinerja sistem yang lebih optimal dengan konsekuensi peningkatan kompleksitas operasional</jats:p>