Abstract
<jats:p>Industri otomotif saat ini menghadapi persaingan yang semakin ketat sehingga menuntut perusahaan memiliki sistem rantai pasok yang andal, efisien, dan responsif terhadap gangguan pasokan. Salah satu permasalahan utama yang sering terjadi adalah keterlambatan pengiriman material, terutama pada komponen yang masih bergantung pada supplier luar negeri. Pada proyek engine mounting LH D20N, perusahaan mengalami keterlambatan pasokan part damper dari supplier Jepang yang berdampak signifikan terhadap jadwal produksi. Selama ini, pemilihan supplier umumnya hanya didasarkan pada pertimbangan harga, sehingga belum mempertimbangkan risiko keterlambatan secara menyeluruh. Penelitian ini memberikan kontribusi ilmiah dengan mengintegrasikan metode Fault Tree Analysis (FTA) dan Analytical Hierarchy Process (AHP) dalam satu kerangka pengambilan keputusan. FTA digunakan untuk mengidentifikasi akar penyebab keterlambatan sebagai dasar kebutuhan lokalisasi supplier, sedangkan AHP digunakan untuk melakukan seleksi supplier secara objektif berdasarkan kriteria harga, kualitas, pengiriman, dan layanan. Integrasi kedua metode ini menghasilkan pendekatan yang lebih sistematis, berbasis risiko, dan dapat direplikasi sebagai model pengambilan keputusan strategis dalam manajemen rantai pasok industri otomotif.</jats:p>