Abstract
<jats:p>Gentamisin merupakan antibiotik golongan aminoglikosida yang banyak digunakan dalam pengobatan infeksi bakteri berat, namun penggunaannya dibatasi oleh efek nefrotoksik. Nefrotoksisitas gentamisin berkaitan erat dengan peningkatan stres oksidatif dan respons inflamasi yang berkontribusi terhadap kerusakan tubulus ginjal dan gangguan fungsi ginjal. Buah kopi (Coffea arabica L.) mengandung berbagai senyawa bioaktif, seperti fenolik, flavonoid, dan polifenol, yang memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi sehingga berpotensi memberikan efek perlindungan terhadap ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas nefroprotektif ekstrak buah kopi terhadap kerusakan ginjal akibat induksi gentamisin berdasarkan gambaran histopatologi dan penanda inflamasi. Penelitian ini merupakan studi eksperimental in vivo menggunakan tikus Wistar jantan yang dibagi ke dalam lima kelompok, yaitu kontrol normal, kontrol gentamisin, serta kelompok perlakuan gentamisin yang dikombinasikan dengan ekstrak buah kopi dosis 100, 200, dan 400 mg/kgBB. Gentamisin diberikan secara intraperitoneal untuk menginduksi nefrotoksisitas, sedangkan ekstrak buah kopi diberikan secara oral selama 14 hari. Kadar interleukin-6 (IL-6) serum diukur menggunakan metode enzyme-linked immunosorbent assay, dan jaringan ginjal dianalisis secara histopatologi dengan pewarnaan hematoksilin–eosin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa induksi gentamisin secara signifikan meningkatkan kadar IL-6 serum dan menyebabkan kerusakan histopatologi ginjal derajat sedang. Pemberian ekstrak buah kopi secara signifikan menurunkan kadar IL-6 pada dosis 200 dan 400 mg/kgBB (p<0,05) serta memperbaiki gambaran histopatologi ginjal secara dosis-respon, dengan efek paling optimal pada dosis tertinggi.</jats:p>