Abstract
<jats:p>Latar Belakang : Diabetes melitus tipe 2 adalah kondisi hiperglikemia, dan resistensi insulin, sehingga dapat menyebabkan kerusakan fungsi ginjal. Indikator kerusakan fungsi ginjal adalah peningkatan kreatinin dalam darah.Vitamin D memiliki reseptor pada pankreas dan ginjal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kadar vitamin D terhadap kadar kreatinin darah pada tikus dengan DM tipe 2. Metode: Jenis penelitian ini adalah Experimental In Vivo, dengan rancangan posttest control group design. Penelitian menggunakan 25 ekor tikus putih jantan (Rattus norvegicus) dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan yaitu, kelompok A (kontrol), kelompok B (pakan standar + vitamin D 415 IU/hari), kelompok C (DM tanpa vitamin D), kelompok D (DM + vitamin D 415 IU/hari), serta kelompok E (DM + vitamin D 1.100 IU/hari). Data dianalisis menggunakan SPSS. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan secara signifikan kadar vitamin D (p=<0,05) yaitu antara kelompok E (DM + vitamin D 1.100 IU) dibandingkan kelompok A (kontrol) (p=0,003). Pada kadar kreatinin didapatkan perbedaan secara signifikan (p=<0,05) pada kelompok B (tidak DM+vitamin D 415 IU) dibandingkan kelompok C (DM tanpa vitamin D) (p=0,007). Tidak terdapat korelasi secara signifikan antara kadar vitamin D terhadap kadar kreatinin darah (p=0,798). Kesimpulan: Terdapat pengaruh pemberian vitamin D terhadap kadar kreatinin. Tidak ada korelasi antara kadar vitamin D terhadap kadar kreatinin.</jats:p>