Back to Search View Original Cite This Article

Abstract

<jats:p>“Rendahnya kemampuan perilaku sosial pada anak usia dini masih menjadi permasalahan yang dipengaruhi oleh belum optimalnya penerapan metode pembelajaran yang melibatkan interaksi sosial secara aktif. Kondisi ini terlihat dari masih terbatasnya kemampuan anak dalam bekerja sama, mematuhi aturan, serta berinteraksi dengan teman sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan permainan tradisional kucing dan tikus terhadap perilaku sosial anak usia 5–6 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-eksperimen melalui desain one group pretest-posttest. Subjek penelitian berjumlah 12 anak yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa tes dan lembar observasi yang disusun berdasarkan indikator perkembangan perilaku sosial anak usia dini dan telah melalui proses validasi oleh ahli. Analisis data dilakukan dengan uji statistik parametrik menggunakan bantuan SPSS versi 30, meliputi uji normalitas dan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pre-test sebesar 6,75 mengalami peningkatan menjadi 16,08 pada post-test, dengan persentase kenaikan mencapai 138,22%. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan nilai t hitung sebesar -19,364 dengan signifikansi 0,001 &lt; 0,05, yang mengindikasikan adanya perbedaan yang signifikan antara kondisi sebelum dan sesudah perlakuan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa permainan tradisional kucing dan tikus memiliki pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan kemampuan perilaku sosial anak usia dini.</jats:p>

Show More

Keywords

yang anak dengan sosial perilaku

Related Articles

PORE

About

Connect