Back to Search View Original Cite This Article

Abstract

<jats:p>Buku ini mengajak pembaca menyelami dinamika tafsir Nusantara melalui pembacaan mendalam atas Firdaus al-Na'īm, karya Kiai Thaifur Ali Wafa-seorang mufasir kontemporer yang berpijak kuat pada tradisi dan ortodoksi pemikiran Islam. Dengan latar sosial-budaya Madura, tafsir tidak hanya berbicara tentang teks Al-Qur'an, tetapi juga tentang relasinya dengan budaya lokal, otoritas ulama, dan pola kepatuhan masyarakat tradisional. Melalui kajian historis, metodologis, dan ideologis, buku ini menyingkap bagaimana tafsir Kiai Thaifur berkelindan dengan realitas sosial Madura yang patriarkal, termasuk pandangan tentang peran perempuan, pernikahan, perjodohan, dan praktik poligami. Tafsir tidak hadir sebagai teks yang netral, melainkan sebagai ruang legitimasi nilai-nilai budaya yang telah mengakar kuat dan diwariskan lintas generasi. Di tengah arus perubahan zaman, komitmen Kiai Thaifur dalam menjaga kemurnian ajaran dan ortodoksi tafsir menjadi titik penting yang dikaji secara kritis. Buku ini tidak sekadar memotret, tetapi juga mengajak pembaca merenungkan: sejauh mana tafsir otoritatif dapat bersinergi dengan tuntutan keadilan sosial dan kemanusiaan modern? Ditujukan bagi akademisi, santri, pemerhati studi Islam, serta pembaca umum yang tertarik pada kajian tafsir dan budaya lokal, buku ini diharapkan menjadi jembatan antara tradisi keilmuan klasik dan tantangan masyarakat Muslim kontemporer—agar Al-Qur'an terus hidup sebagai sumber nilai yang maslahat bagi umat dan kemanusiaan.</jats:p>

Show More

Keywords

tafsir yang buku dengan pembaca

Related Articles

PORE

About

Connect