Back to Search View Original Cite This Article

Abstract

<jats:p>Perkembangan teknologi Extended Reality (XR) yang mencakup Virtual, Augmented, dan Mixed Reality telah membawa manusia ke ambang era Spatial Computing, di mana interaksi digital tidak lagi terbatas pada layar dua dimensi. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan bagaimana evolusi XR mengubah fundamental interaksi manusia-komputer dan memicu perubahan perilaku (behavioral change) yang signifikan di masyarakat. Melalui metode Systematic Literature Review (SLR) terhadap literatur global periode 2021–2026, studi ini mengidentifikasi munculnya fenomena "Spatial Habits", yakni sekumpulan kebiasaan motorik dan kognitif baru di mana individu mulai memperlakukan ruang fisik di sekitarnya sebagai antarmuka digital permanen. Temuan penelitian menunjukkan bahwa adopsi XR mendorong pergeseran dari Graphical User Interface (GUI) menuju Natural User Interface (NUI) yang mengandalkan gestur dan pelacakan mata, yang pada gilirannya memengaruhi cara manusia berkolaborasi, bersosialisasi, dan mempersepsikan realitas. Selain potensi peningkatan produktivitas dan empati melalui simulasi, penelitian ini juga menyoroti risiko kaburnya batasan antara ruang privat dan publik. Hasil tinjauan ini memberikan kontribusi teoretis baru dalam literatur HCI dan menjadi referensi penting bagi pengembang teknologi serta penentu kebijakan dalam menghadapi transformasi sosiokultural di masa depan.  </jats:p>

Show More

Keywords

yang penelitian teknologi reality manusia

Related Articles